BALI UNITED : DARI SAMARINDA KE PULAU DEWATA DEMI JUARA

IndoBolaForum Indonesia memiliki ratusan klub yang berlaga di Liga Indonesia. Bahkan terdapat ribuan klub jika menyertakan klub amatir di divisi bawah dan divisi lokal. Salah satu klub yang menjadi idola dan memanjakan mata penikmat sepakbola masa kini adalah Bali United. Disebut idola masa kini, karena mungkin bagi penikmat lawas sepak bola Indonesia akan sedikit terheran-heran dengan nama Bali United. Pasalnya melejit dan munculnya nama Bali United memang baru mencuat pada 5 tahun ke belakang. Bali United FC merupakan tim yang sebelumnya bernama Persisam Putra Samarinda. Persisam Putra Samarinda diambil alih oleh pengusaha bernama Pieter Tanur setelah sebelumnya mengalami kesulitan finansial dan berpindah home base ke Bali dari yang awalnya di Samarinda. Tim Pesut Mahakam pun kini berubah nama menjadi Bali United FC terhitung sejak 2014.

Persisam Putra Samarinda sendiri merupakan hasil merger dari tim perserikatan dan tim Galatama Putra Samarinda pada tahun 2003. Lisensi Putra Samarinda digunakan untuk mengarungi Liga Indonesia. Prestasi mulai bermunculan mulai tahun 2008/2009 dimana mereka berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia. Dari sinilah petualangan Persisam Putra Samarinda di kasta tertinggi Liga Indonesia dimulai.

Di tahun 2014 Persisam Putra Samarinda terancam bangkrut karena minimnya dana dari penjualan tiket dan sponsorship. Pieter Tanuri mengambil alih klub ini dan mengubah Namanya menjadi Bali United F.C serta memindah home base mereka dari Stadion Palaran, Samarinda ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kerja sama dengan PT Multistrada yang menyaratkan kepindahan serta perubahan nama disetujui oleh Komisaris Utama Pusam karena memang di Bali belum ada klub profesional yang berlaga di Liga 1.

Proses Meraih Gelar Tertinggi

source: BolaSport.com

Prestasi pun ternyata mulai berdatangan. Bali yang mengadakan Bali Island Cup di tahun 2015 turut menyertakan Bali United berkompetisi. Bali United berhasil menempati posisi ke-3 pada kompetisi antar musim itu. Serdadu Tridatu juga berhasil melaju hingga Perempat final Piala Presiden di tahun yang sama. Tim Serdadu Tridatu kembali menjadi juara 3 di Bali Island Cup di tahun berikutnya. Mereka juga berhasil menjadi semifinalist Piala Bhayangkara 2016. Namun mereka hanya menempati peringkat 12 klasemen akhir Liga 1 2016.

Bali United berhasil menjelma menjadi klub raksasa Indonesia setelah menempati posisi runner up di Liga 1 2017. Di tahun berikutnya mereka menjadi runner up Piala Presiden 2018. Puncak prestasi Bali United tercapai pada tahun 2019 kala mereka berhasil merajai Liga 1. Tim-tim seperti Persipura, Persib Bandung, dan Persija Jakarta berhasil mereka kalahkan dalam persaingan gelar Liga 1 2019.

Tim Serdadu Tridatu ini benar-benar menjadi klub raksasa. Awal mula kesuksesan klub dari Pulau Dewata adalah saat mereka ditangai Indra Sjafri dari tahun 2014. Kiprah tim ini dan permainan mereka menunjukkan grafik peningkatan. Hingga akhirnya keduanya harus berpisah karena Indra Sjafri memilih membela Timnas U-19 sebagai pelatih kepala. Hans-Petter Schaller yang sudah punya nama besar ditunjuk. Namun, ternyata hasil kurang memuaskan malah menghampiri. Baru dua bulan melatih, Hans Schaller dipecat dan digantikan Eko Purijanto  sebagai pelatih sementara. Pada Mei 2017 Bali United menunjuk Widodo Cahyono Putro. Widodo berhasil kembali mengangkat nama Bali United, hingga akhirnya setelah melatih selama 1,5 tahun Widodo memilih mundur. Eko Purijanto kembali ditunjuk sebagai pelatih interim.

Pahlawan Bernama Ilija Spasojevic

Source: BolaSport.com

Puncak kesuksesan Bali United datang ketika ditangani mantan pelatih Persija Jakarta, Stefano Teco Cugurra. Coach Teco yang berhasil membawa Persija Jakarta juara Liga 1 di tahun 2018 berlabuh ke Bali United dengan membawa gariah hebat di internal Bali United. Bali United yang sudah bersama top skor dan penyerang andalannya Ilija Spasojevic selama dua musim kembali nyatol. Setelah menjadi pahlawan bagi PS Bhayangkara di Liga 1 2017, Ilija kembali menyicipi gelar juara Liga 1 bersama tim kesayangan masyarakat Bali ini. Uniknya, Ilija merupakan pemain yang pernah bermain untuk Bali Devata yang bermain di IPL 2011 serta pernah bermain untuk Putra Samarinda di musim 2013-2014 sebelum pindah ke Persib Bandung. Ilija kemudian pergi ke Melaka United dan menjadi pahlawan dengan tampil 35 kali dan sumbangan 30 gol dalam 2 musim. Ilija yang juga akrab dipanggil Spaso kembali ke Indonesia bersama Bhayangkara dan berhasil merengkuh trofi Liga 1 2017. Kiprah yang luar biasa karena Spaso memang sudah malang melintang di beberapa klub Eropa di Serbia, Yunani, dan Georgia. Spaso memutuskan untuk mengubah paspornya menjadi Indonesia. Sebelumnya, Spaso pernah membela Timnas Yugoslavia U-17, Yugoslavia U-19, hingga Serbia-Montenegro U-21.

Klub Serdadu Tridatu nampak beruntung dapat memperoleh jasa pemain naturalisasi tersebut. Dua musim bersama, dua kali pula ia berhasil menjadi top skor klub sekaligus sekali menjadi top skor Liga 1 2019. Rentetan hasil baik mengantarkan mereka berlaga di kancah Asia. Di 2018 mereka yang menjalani play off Liga Champions Asia langsung gugur dan turun ke Piala AFC. DI piala AFC mereka hanya mampu bertahan di fase grup. Mereka menempati peringkat 105 klasemen klub Asia.

Pemain Bali United Mendapat Dukungan

Source: Liputan6.com
Source: Liputan6.com

Bali United kini memiliki pendukung yang datang dari Pulau Bali maupun luar pulau. Mereka didukung oleh para Semeton Dewata. Selain itu, terdapat North Side Boys 12 yang mendukung dari tribun utara dan Basudewa Curva Sud yang berada di tribun selatan Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.

Bali United bersama Stefano Cugurra memiliki pemain hebat yang siap untuk mengarungi Liga 1 2021. Dari kiper ada Nadeo dan di posisi bek ada Gavin, Gunawan Dwi Cahyo, Agus Nova serta pemain bintang Willian Pacheco. Di posisi pemain tengah ada pemain timnas seperti Muh Taufiq, Fadil Sausu (kapten), Hariono, dan Stefano Lilipaly serta Paulo Sergio dari Portugal. Di posisi penyerang ada Yabes Roni, Melvin Platje, Lerby Eliandry, dan tentunya Ilija Spasojevic.

Hingga kini, Serdadu Tridatu masih diperhitungkan sebagai calon juara dalam tiap gelaran kompetisi sepak bola nasional.

Leave a Comment