Kapan Mau Main Lagi ?

IndoBolaForum“Kapan nikah” atau “kapan punya momongan” mungkin menjadi sebuah pertanyaan yang cukup sulit dijawab bagi beberapa orang. Namun bagi para seniman lapangan hijau, nampaknya pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang sulit. Terlebih mereka memiliki daya tarik sendiri bagi kaum hawa. Akan tetapi, di kala mewabahnya covid-19 ini kompetisi sepak bola di Indonesia terpaksa harus ditunda. Pertanyaan tersulit pun muncul. Kapan Main Lagi ?

Belakangan ini muncul tagar Ayo Main Lagi. #AyoMainLagi membumbung di Instagram. Beberapa lakon lapangan hijau ikut meramaikan tagar tersebut. Namun, sepertinya para pemain top Liga 1 sudah saling berkoordinasi untuk menaikkan tagar ini di sosial media terutama di platform Instagram. Beberapa nama besar seperti I Made Wirawan, Dedi Kusnandar, dan Muhammad Ridho memposting gambar yang sama pada akun Instagram mereka masing-masing. Tak hanya pemain asli Indonesia, beberapa pemain asing dan pemain naturalisasi seperti Fabiano Beltrame, Marko Simic, dan Marc Klok memposting gambar dengan tagar yang sama.

Pesan Tersirat dari Ayo Main Lagi

Para pemain Liga 1 tersebut membawa pesan tersirat terkait kejelasan kompetisi di Tanah Air. Direktur utama PSS Sleman, Marco Gracia Paulo, mengungkapkan dukungan bagi gerakan ini. Menurut Marco, hal tersebut merupakan ekspresi kerinduan pemain, serta seluruh masyarakat akan kompetisi sepak bola di Indonesia. “Hastag ini inisiatif pelaku sepak bola menyampaikan aspirasinya. Banyak pihak betapa sungguh merindukan (sepak bola). PSS pun mengalami hal yang sama, jadi sepantasnya kita dukung,” ungkap Marco seperti yang dikutip dari Tribunjogja.

Sebagai informasi, hal serupa pernah terjadi pada tahun 2016. Saat itu PSSI sedang menjalani sanksi dari FIFA. Hasilnya, para pemain profesional melayangkan protes dan bersiap mogok main. Pada saat itu banyak pemain yang hanya dikontrak jangka pendek dan tidak diberi kejelasan.

APPI Mulai Tergerak

Unggahan Instagram beberapa pemain Liga 1

Kekosongan kompetisi memicu APPI untuk berusaha memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pemain profesional. Presiden APPI, Firman Utina mengungkapkan bahwa pihak APPI sudah mengirim surat resmi kepada PSSI yang berisi desakan agar segera memutuskan status keberlanjutan kompetisi. Kompetisi musim 2020 baru digelar sekitar tiga pekan saja. APPI mempertanyakan apakah status kompetisi nantinya akan lanjut untuk musim 2020 atau dihentikan dan dimulai kompetisi yang baru.

APPI juga menyampaikan bahwa kepastian tersebut diperlukan untuk mengantisipasi perselisihan pemain dan klub. Isu kompetisi akan dilanjutkan bersinggungan dengan Regulasi FIFA yang disebut dengan Bosman Ruling. Hal ini dikarenakan terdapat aturan bahwa pemain dilarang pindah ke klub lain dalam divisi yang sama. Sedangkan hal ini melanggat asas kebebasan berkontrak untuk melakukan transfer. Ponaryo Astaman selaku General Manager APPI mengatakan bahwa sudah menerima laporan beberapa pemain yang telah diputus kontrak dan dibubarkan tim nya. Menurut APPI, jika hal ini tidak ditindaklanjuti dengan serius dapat menyebabkan konflik antara pemain dengan klub di kemudian hari.

Yang Berwenang Serba Salah

Namun kejadian sekarang nampaknya lebih rumit untuk diselesaikan. PSSI dan PT LIB bukannya tidak ingin melanjutkan kompetisi di tengah pandemi. Jika menilik kompetisi top di benua Eropa seperti Inggris misalnya, mereka tetap melanjutkan kompetisi di tengah pandemi yang sedang parahnya di Negeri Elizabeth. Teknis pelaksanaan serupa bisa dilakukan di Indonesia untuk kompetisi kasta pertama. Pengetatan protokol kesehatan juga masih dimungkinkan. Hanya saja pasti banyak pertentangan mengingat kondisi pandemi di Indonesia tak kunjung membaik.

“Terkait kompetisi, PSSI bersama PT LIB terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan,. Surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Kini semua berpulang kepada kepolisian. Apapun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh,” ujar Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan.

Sebelumnya, status Liga Indonesia dihentikan sementara dan jadwal keberlanjutannya terus mengalami penundaan. Liga 1 sudah tak bergulir sejak Maret 2020. Kompetisi kasta pertama ini sempat direncanakan berlanjut pada Oktober dan November 2020, hingga yang terbaru Februari 2021.

Jika menengok ke belakang, memang negara Indonesia merupakan negara yang fanatisme sepak bolanya termasuk tinggi. Sepak bola juga menjadi olahraga dengan magnet terbesar di Tanah Air. Tak ayal Marc Anthony Klok mengunggah gambar bertuliskan “Membayangkan negara paling fanatis dengan sepak bola, tapi tak memiliki kompetisi sepak bola, #AyoMainLagi”.

Leave a Comment