Kisah Sukses Jacksen Tiago di Persebaya

IndoBolaForumJacksen Ferreira Tiago atau yang akrab di sapa Jacksen F. Tiago adalah salah seseorang Legenda di Persepakbolaan Indonesia. Pecinta sepak bola masa kini pasti akan mengaitkan Jacksen Tiago dengan Persipura Jayapura, klub yang saat ini sedang ia tangani. Namun, apakah keterkaitan antara Jacksen Tiago dengan Persebaya Surabaya?

Jacksen Tiago memang terkenal dan mencuat Namanya di sekitaran tahun 2008-2014. Kesuksesan Jacksen dalam menangani Persipura membuat namanya membumbung tinggi kala itu. Pada tahun 2008, Jacksen yang mengakhiri kontrak dengan Persitara Jakarta Utara menandatangani kontrak dengan Persipura Jayapura. Dalam kurun empat tahun lebih menangani Persipura, Jacksen berhasil membawa tim Mutiara Hitam meraih gelar Liga Super Indonesia tiga kali. Kesuksesannya bersama Persipura membuat PSSI meminta ia untuk menjadi asisten pelatih tim nasional Indonesia dalam laga menghadapi Arab Saudi pada babak Kualifikasi Piala Asia AFC 2015 pada Maret 2013. Sebulan kemudian, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia.

Keributan Aneh

Salah satu kejadian yang akan diingat oleh publik sepak bola Indonesia adalah pertikaian, bahkan ada yang menyebut hingga adu jotos antara Jacksen dengan Greg Nwokolo. Pada konferensi pers seusai laga antara Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya di Stadion Mandala Jayapura menyisakan cerita tersendiri. Jacksen yang sedang berjalan di belakang Rahmad Darmawan (Pelatih Persebaya) dan Greg (pemain Persebaya) disebutkan oleh bolaskor.com terpeleset hingga jatuh dan memecahkan kaca ruangan tersebut. Saat hampir terjatuh, ia mencoba menggapai penopang di sekitarnya dan tidak sengaja memegang kepala Greg. Greg tidak terima dan adu mulut tak terhindarkan, namun kejadian tersebut berhasil diredam pihak polisi dan Rahmad Darmawan meminta maaf kepada media dan meminta untuk tidak memperbesar masalah itu.

Source: Tempo.co

Namun, tahukah anda jika Jacksen F. Tiago merupakan mantan pemain Persebaya? Bahkan Jacksen digadang-gadang merupakan salah satu pemain tersukses di Persebaya.

Jacksen F. Tiago lahir di di Rio de Janeiro Brazil pada 18 Mei 1968 atau sekitar 52 tahun yang lalu. Jacksen mengawali karir sebagai pemain sepak bola pada tahun 1984 bersama Bonsucesso. Ia juga pernah bermain untuk Botafogo, salah satu klub sepak bola di Brazil. Pada tahun 1994 Jacksen bermigrasi ke Indonesia. Ia memulai karirnya di Indonesia sebagai pemain Divisi Utama Petrokimia Putra, Gresik. Bersama klub milik PT Petrokimia  Gresik, Jacksen berhasil menempati peringkat kedua setelah dikalahkan Persib Bandung di musim 1994-1995. Jacksen sempat bermain untuk PSM Makassar di musim selanjutnya. Hingga akhirnya, tahun 1996 Jacksen memilih pindah ke Persebaya.

Kenangan Indah Saat Bermain Bola

Bersama Persebaya Surabaya, Jacksen menemukan apa yang ia cari. Kesuksesan terbesarnya dalam berkarir sebagai pemain sepak bola berhasil tercapai di sini. Di musim 1996/1997, Jacksen Tiago berhasil tampil brilian bersama Persebaya Surabaya. Jacksen yang bermain sebagai penyerang asing Persebaya Surabaya ditopang oleh pemain-pemain hebat seperti Aji Santoso, Carlos de Mello, Anang Ma’rif, dan Uston Nawawi. Persebaya Surabaya yang bertemu Bandung Raya di babak final berhasil menang dengan skor cukup meyakinkan 3-1, Jacksen yang juga bermain di lag aitu berhasil menyarangkan satu gol. Tidak hanya berhasil mengantarkan Persebaya juara Ligina pada tahun itu, namun ia berhasil menaikkan Namanya sendiri setelah berhasil mencetak 26 gol dan keluar sebagai top skor klub dan kompetisi saat itu. Bukan suatu keanehan jika para Bonek Mania begitu mengidolakan pemain dari Negeri Sepak Bola ini.

Bermain dua musim bersama Persebaya, Jacksen memilih meninggalkan Indonesia dan bermain untuk klub China Guangchou Matsunichi dan klub Singapura Geylang United. Namun, cinta Jacksen Tiago kepada Persebaya membuat ia kembali ke Persebaya di musim 1999-2000. Di tahun 2001 Jacksen kembali ke Singapura bersama Home United dan kembali memperkuat Petrokimia Putra di tahun yang sama. Jacksen mengakhiri karirnya sebagai pemain sepak bola di Petrokimia Putra dan melanjutkan karir sebagai pelatih sepak bola.

Pemain Oke, Pelatih Mantap

Jacksen F. Tiago kembali berhasil memantapkan posisinya sebagai idola publik Surabaya. Setahun setelah pensiun sebagai pemain sepak bola, Jacksen melatih Assyabaab Surabaya di musim 2002-2003. Barulah di musim 2003 Jacksen melatih klub kesayangannya, Persebaya Surabaya. Semusim melatih Persebaya, Jacksen Tiago langsung mempersembahkan gelar untuk Persebaya yang kala itu masih bermain di Divisi Satu. Setelah memenangi Divisi Satu sekaligus meraih tiket promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia, Jacksen langsung memasang target besar bagi tim ini.

Jacksen Tiago berhasil membawa Persebaya menjadi klub yang langsung disegani walau berasal dari Divisi Satu musim 2003. Di tahun 2004, ia berhasil membawa Persebaya juara Liga Indonesia. Keberhasilan pelatih yang gemar menggigit sedotan ini membuat beberapa klub Indonesia lain berminat untuk meminangnya. Akhirnya di tahun 2006, Jacksen dipinang oleh Persita Tangerang dan mengakhiri kisah manisnya bersama Persebaya Surabaya.

Pahlawan yang Menjadi Lawan

Jacksen F Tiago memilih meninggalkan Persebaya untuk berlayar dan mencari tantangan. Setelah berhasil menorehkan tinta emas baik sebagai pemain dan pelatih Persebaya, Jacksen memilih berpetualang. Namun ada kisah unik dibalik perjalanan Jacksen mengarungi persepakbolaan Indonesia setelah berpisah dengan Persebaya.

Cerita indah di masa lalu bersama Persebaya tidak membuat Jacksen memiliki belas kasihan terhadap mantan klubnya itu. Total setelah pergi dari Persebaya, Jacksen sudah bertemu dengan mantan klubnya itu empat kali. Yang pertama saat terjadi di Indonesia Super League 2009/2010 saat menangani Persipura Jayapura. Dua laga di musim itu berhasil ia menangkan. Di musim 2018 saat kompetisi bernama Liga 1, Jacksen yang sedang menangani PS Barito Putera berhasil menaklukkan Persebaya dua kali baik di laga tandang maupun kandang. Kini Jacksen kembali bersama Persipura dan Persebaya dilatih oleh Djajang Nurjaman yang terkenal hebat juga sebagai pelatih.

Dikutip oleh indosport.com, Jacksen memang masih mencintai Persebaya dan tak akan melupakan kenangan indah mereka. Namun, Jacksen masih harus bersikap profesional dan tidak bisa menunjukkan kecintaannya terhadap Persebaya secara gamblang. Meskipun begitu, Jacksen Tiago masih menjadi sosok yang dihormati dan dibanggakan Bonek dan masyarakat Surabaya.

 

Artikel terkait :

Leave a Comment