MADURA UNITED : PELITA YANG BERJAYA DI PULAU MADURA

IndoBolaForum Beberapa tahun yang lalu, penikmat sepakbola Indonesia disuguhkan oleh kompetisi liga tertinggi yang cukup seru dan sengit. Ada klub-klub besar yang memiliki bintang seperti Perija, Persib, ataupun Sriwijaya FC. Ada juga klub yang besar dan mampu membesarkan pemain yang berasal dari putra daerah seperti Persipura. Ada pula tim yang tak ragu membayar mahal pemain bintang Asia Tenggara, bahkan Asia demi memuluskan jalan mereka menjadi kampiun ISL atau yang secara umum disebut Liga Indonesia. Salah dua tim tersebut adalah Arema yang berani mendatangkan pemain Singapore Noh Alamshah dan juga Pelita Jaya Karawang yang mampu dan berani menggaet Safee Sali. Berfokus pada Safee Sali, dia adalah legenda hidup sepakbola Malaysia. Bisa dikatakan dia adalah Bambang Pamungkas-nya Malaysia. Pelita Jaya Karawang inilah yang nantinya berubah menjadi Madura United lewat kisah panjang dan bersejarah mereka.

Safee Sali yang menjadi pahlawan sekaligus top skor Malaysia di ajang AFF Suzuki Cup 2010 menjadi buah bibir karena penampilan gemilangnya di laga puncak kala berhadapan dengan Indonesia. Safee Sali sebenarnya tak terlalu mencolok kala bermain untuk Selangor. Namun berkat permainan ciamik di level timnas membuat Pelita Jaya yang dimiliki oleh Nirwan Bakrie terpincut untuk mendatangkan sang pemain. Pilihan Pelita Jaya untuk mendatangkan Safee pada 2010 memang pilihan tepat atau bahkan menjadi salah satu pembelian terbaik di ISL. Dari 46 laga bersama Pelita Jaya, Safee Sali mampu menghadirkan 40 gol bagi klubnya. Hampir rerata satu gol di tiap laga yang ia mainkan. Yang sekarang menjadi pertanyaan adalah di manakah Pelita Jaya sekarang?

Pelita Jaya yang dulu sering berpindah markas mulai dari Solo, Jakarta, Cilegon, Bandung, hingga Purwakarta sekarang bukanlah milik Bakrie Group lagi. Sempat berganti nama menjadi Pelita Bandung Raya dari tahun 2012 hingga 2015 karena merger, kini klub tersebut diakuisisi oleh PT Polana Bola Madura Bersatu. Akhirnya, Pelita Jaya yang dahulu berjaya di era Galatama resmi bersatu di Madura dan memiliki nama resmi Madura United FC.

Pernah Berjaya era Galatama

source: ANTARA Foto

Pelita Jaya hingga Madura United pun pernah dilatih oleh pelatih top lain selain Benny Dollo. Ada Mario kempes dari Argentina, Fandi Ahmad dari Singapore, Danurwindo, Bambang Nurdiansyah, Djajang Nurjaman, hingga Rahmad Darmawan. Selain itu, klub ini juga pernah ditangani oleh Dejan Antonic dan Simon McMenemy yang namanya melambung karena berhasil membawa permainan baik di timnas Fillipina.

Pelita Jaya memang salah satu klub yang berjaya di era Galatama. Tercatat pada tahun 1986/87 dan 1987/88, Pelita Jaya Indonesia berhasil menjadi runner up di Galatama. Di tahun 1988/89, 1990, dan 1993/94, mereka berhasil merengkuh gelar juara di era Galatama. Capaian itu mereka raih bersama pelatih hebat Indonesia, benny Dollo. Hingga kini berganti menjadi Madura United, Pelita Jaya masih mencari gelar juara yang sudah lama tak mereka cicipi. Pencapaian terbaik justru diraih oleh tim U-21 yang berhasil menjadi juara, runner up, dan juara ketiga berturut-turut pada tahun 2008-2009, 2009-2010, dan 2012.

Manajemen Yang Tak Main-Main

source: Goal.com

Pemilik yang berganti-ganti membuat keseriusan manajemen dalam mengelola tim ini dipertanyakan. Di sisi lain tim hanya dijadikan sebagai alat bisnis. Namun di satu sisi jika dilihat dari isi pemain dan juru latih yang ditunjuk bukanlah orang sembarangan. Pemain terkenal yang pernah bermain untuk klub ini adalah Gaston Castano, Bambang Pamungkas, Erol Iba, Bima Sakti, Firman Utina, Ferdinand Sinaga, Kurniawan Dwi Yulianto, Camara Sekou, Miljan Radovic, Spasojevic, Legimin Raharjo, Kim Kurniawan, David Laly, Yongki Ariwibowo, T.A. Musafri, Rizky Pellu dan masih banyak pemain lain.

Skuad yang ada saat ini pun juga tak bisa dianggap remeh. Dengan dikapteni oleh Greg Nwokolo dan Slamet Nurcahyo, ada beberapa pemain lain yang juga bermain cukup apik. Dari talenta Indonesia ada Engelbert Sani, Muhammad Ridwan, Asep Berlian, Satria Rama, hingga Andik Vermansyah ataupun Syahrian Abimanyu yang baru saja resmi hengkang ke JDT Malaysia. Sedangkan dari talenta luar ada Jaimerson Xavier, Bruno Matos dan Diego Assis serta Beto Goncalves yang kini berpaspor Indonesia.

Logo Yang Filosofis

source: id.wikipedia.org

Madura United memiliki logo yang memunculkan gambar kepala sapi bertanduk. Kepala sapi tersebut dibuat tampak garang seperti sapi-sapi yang ada di Madura yang sering dijadikan untuk balapan atau karapan sapi. Kostum utama mereka juga sangat khas dengan Madura. Siapa yang tak tau ciri khas penjual sate madura adalah kaos merah putih yang dikenakan. Ya, kostum utama Madura United juga memiliki warna serupa dan mampu menjadi ikon dan keunikan tersendiri bagi tim ini.

Madura United sendiri dianggap sebagai tim yang mampu mewakili seluruh Pulau Madura, bukan hanya Pamekasan ataupun Bangkalan. Markas mereka pun ada dua, yaitu di Stadion Gelora Bangkalan dan Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Madura. Kedua stadion tersebut memiliki kapasitas yang cukup besar, yakni masing-masing 15.000 dan 25.000. Kapasitas tersebut mampu menampung masyarakat yang ingin menonton ataupun mendukung langsung ketika Madura United bermain di kandang.

Berada di peringkat 5 klasemen akhir musim Liga 1 2019 membuat mereka tidak salah dijadikan sebagai klub kebanggan masyarakat Madura. Hingga kini, masyarakat Madura masih menantikan gelar juara yang akan dibawa pulang Madura United ke Pulau Madura. Dengan pemain-pemain yang memumpuni dan dibawah arahan tangan dingin pelatih sekelas Rahmad Darmawan. Hal tersebut bukan tak mungkin terjadi. Mari kita saksikan kiprah Madura United di persepakbolaan Indonesia.

Leave a Comment