Mengenang Trio Maut Laskar Wong Kito

IndoBolaForumWong Kito Galo pasti tak akan pernah melupakan masa emas klub kesayangan mereka, Sriwijaya FC. Tim yang berasal dari Kota Palembang ini berhasil menjuarai ISL musim 2011/2012 ataupun Liga Indonesia musim 2007/2008. Salah satu nama legenda Laskar Wong Kito yang akan berbekas di benak Wong Kito Galo adalah Keith Kayamba Gumbs.

Source: CeitaBola.com

Mantan pemain yang sudah mandarah daging dengan Sriwijaya FC ini sudah menjadi asisten pelatih klub pasca memutuskan gantung sepatu. Tim yang berjuluk Laskar Wong Kito ini juara Liga Indonesia dua kali bersama Keith Kayamba Gumbs.

Keith Kayamba Gumbs merupakan pemain yang pernah bermain di FC Twente pada masa remajanya dengan status pinjaman. Selain itu, Gumbs juga pernah bermain untuk Oldham Athletic, Hull City, dan Palmeiras. Sebelumnya Kayamba Gumbs hijrah ke Sabah Malaysia dan berkiprah Kitchee di Liga Divisi Satu Hong Kong. Hingga pada 2007 ia memutuskan berpindah ke Sriwijaya FC. Kayamba diproyeksikan menggantikan peran Christian Lenglolo.

Pengganti yang Dicari, Harta Karun yang Dijumpai

Proyeksi Gumbs untuk menggantikan Lenglolo berbuah manis dan di atas ekspektasi. Kayamba Gumbs langsung bersinar di musim pertamanya bersama Sriwijaya. Namun, ternyata ini semua tak lepas dari bantuan dua rekan setimnya yang lebih dahulu berseragam Laskar Wong Kito. Zah Rahan Krangar, Anoure Richard Obiora, dan Keith Kayamba Gumbs menjelma menjadi trisula menakutkan di paruh kedua musim Liga Indonesia.

Sriwijaya FC yang baru tiga tahun mengakusisi Persijatim Solo FC berhasil menjadi tim pertama yang meraih double winners dengan mengawinkan gelar Liga Indonesia dan Copa Indonesia. Ketiga pemain depan Laskar Wong Kito digadang-gadang menjadi salah satu yang terbaik sepanjang sejarah Liga Indonesia. Sebagai perbandingan, Persipura Jayapura memiliki trio Boaz Solossa, Alberto Goncalves, dan Ernest Jeremiah. Arema Indonesia pernah memiliki Noh Alam Shah, Roman Chmelo, dan Muhammad Ridhuan. Sedangkan Persik Kediri pernah memiliki Danilo Fernando, Cristian Gonzales, dan Ronald Fagundez. Ataupun trio lini serang Persija yang pernah dihuni Aliyudin, Bambang Pamungkas, dan Greg Nwokolo.

Awal Perjumpaan

Trio Gumbs, Zah Rahan dan Obiora dimulai pada tahun 2007 ketika Gumbs datang. Sebelumnya, Anoure Obiora dan Zah Rahan sudah terlebih dulu datang ke Sriwijaya di awal musim. Obiorah didatangkan dari PSDS Deli Serdang setelah menjalani musim yang cukup produktif dengan mengemas 15 gol dari 33 penampilan. Zah Rahan juga didatangkan berkat penampilan apik bersama Persekabpas Kabupaten Pasuruan dengan mencetal 11 gol dari 24 penampilan.

Ekspektasi publik terhadap dua pemain asing ini cukup tinggi. Namun tandem mereka yaitu Christian Lenglolo dirasa kurang klop dengan dua penyerang lain. Padahal, Christian Lenglolo merupakan mantan pemain Timnas Kamerun U-20. Lenglolo juga pernah memperkuat Persipura Jayapura sebelum ke Persikota Tangerang dan hijrah ke Sriwijaya FC.

Artikel terkait :  PERSIPURA : MUTIARA TERBARUKAN DARI TANAH PAPUA

 

Kisah Manis yang Tertulis

Source: IDN Times

Berbicara trio asing Laskar Wong Kito rasanya kurang pas jika belum menyinggung kesuksesan mereka di musim pertama. Kala itu, Zah Rahan Krangar yang bermain sebagai playmaker bermain cukup apik. Tidak hanya mengatur ritme serangan, Zah Rahan juga tampil sebagai pencetak gol. Total dia mencetak 11 gol. Sedangkan, Keith Kayamba Gumbs yang baru datang di pertengahan musim berhasil mencetak 16 gol. Momen puncak terjadi di final Liga Indonesia 2007.

Pada 10 Februari 2008, Sriwijaya sudah ditunggu PSMS Medan di laga puncak Liga Indonesia. Sekilas, laga ini dinilai cukup ideal mengingat dari penjaga gawang saja kedua tim diperkuat kiper timnas. Ferry Rotinsulu di kubu Sriwijaya dan Markus Horison di kubu PSMS Medan. PSMS Medan mengandalkan trio Gustavo Chena, Saktiawan Sinaga, dan James Koko Lomel yang didukung pemain tengah Legimin Raharjo. Namun, di babak awal PSMS langsung tertinggal berkat gol Anoure Obiora yang menerima umpan set piece Zah Rahan Krangar. Perjuangan PSMS Medan makin berat setelah Kumonple diusir wasit.

Aksi Magis Trio Laskar Wong Kito

Source: Viva.co.id

Alih-alih kembali tertinggal jauh, PSMS Medan justru menyamakan kedudukan lewat James Koko Lomel. Laga berlanjut di perpanjangan waktu. Di babak pertama tambahan waktu, Kayamba Gumbs gentian mencetak gol lewat sundulan hasil umpan matang tendangan sudut. PSMS Medan menyerang dengan kekuatan penuh. Situasi tendangan sudut memicu Markus Horison ikut maju ke kotak penalti lawan. Namun situasi berbalik dan Zah Rahan yang membawa bola menendang dari tengah lapangan. Zah Rahan Krangar melakukan selebrasi dengan menyilangkan tangan seolah berkata bahwa pertandingan sudah usai. Skor 3-1 menjadi pertanda Laskar Wong Kito menjadi juara. Trio Zah Rahan, Gumbs, dan Obiora menunjukkan ketajaman dan kesolidan mereka di laga vital.

Perjalanan trio hebat Sriwijaya ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Selama tiga musim itu, trio ini berhasil menyumbang satu gelar Liga Indonesia dan tiga gelar Piala Indonesia selama tiga musim berturut-turut. Di tahun 2010, Zah Rahan Krangar memilih hijrah ke musuh bebuyutan Persipura Jayapura. Sedangkan Anoure Obiora kepincut dengan tawaran PSM Makassar. Alhasil hanya tersisa Kayamba Gumbs yang masih bermain untuk Laskar Wong Kito hingga 2012. Gumbs akhirnya pindah ke Arema Cronus di tahun 2012 dan hanya bermain satu musim saja. Di musim berikutnya ia langsung bergabung ke tim pelatih Sriwijaya.

Leave a Comment