Pelita Bandung Raya yang Sempat Muncul ke Permukaan

IndoBolaForumBandung Raya menjadi sebuah klub dari Kota Bandung yang memiliki sejarah besar karena melahirkan pemain nasional yang hebat. Namun nama Bandung Raya akhir-akhir ini tak sebesar nama mereka saat era 90-an. Bagaimana kisah tim yang pernah berjaya lalu hilang dan muncul kembali dengan nama Pelita Bandung Raya sebelum menghilang kembali? Mari simak kisah singkat tim ini..

Pelita Bandung Raya menjadi sebuah klub divisi teratas Liga Indonesia sekitar 6 tahun yang lalu. Klub yang bermarkas di Stadion Patriot Bekasi ini merupakan hasil akuisisi Pelita Jaya oleh Ari D Sutedi tepatnya pada tahun 2012. Seluruh saham Pelita Jaya diambil alih dan nama Pelita Jaya diubah menjadi Pelita Bandung Raya. Karena membangkitkan memori tentang Bandung Raya, maka klub ini tak ayal memiliki julukan The Boys Are Back. Namun, klub Bandung Raya sendiri masih ada kala itu dan berlaga di Divisi Dua.

Perjalanan Awal PBR

source: Twitter account Simon McMenemy

Pelita BandungĀ  Raya atau PBR menjalani musim 2012/2013 dengan kurang mulus. Alhasil mereka hanya finish di posisi bawah, bahkan harus melewati laga play off untuk menentukan nasib mereka musim depan. PBR yang melakoni laga play off dengan Persikabo Bogor berhasil selamat berkat kemenangan 2-1. Dengan demikian, PBR bisa mengarungi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

PBR kala itu dilatih oleh pelatih asal Inggris yang sempat menangani tim nasional Filipina, Simon McMenemy. PBR tampil tak cukup baik bersama pelatih asing itu walau ada pemain pilar seperti Eka Ramdani, Leonard Tupamahu, Nova Arianto, Tema Mursadat, hingga Gaston Castano.

Sempat dilatih oleh Darkon Jankovic, hubungan PBR dengan pelatih tersebut tak berlangsung lama masalah internal membuat Darko memutuskan dipecat dari PBR bulan Maret 2013. Padahal kala itu permainan PBR dapat dikatakan membaik. Pelatih asing selanjutnya adalah Dejan Antonic. Bersama pelatih yang sudah malang-melintang di persepakbolaan tanah air ini PBR bermain cukup mengesankan.

Perjalanan Cukup Mengesankan

Indonesia Super League atau ISL musim 2014 menjadi musim yang cukup terkenang bagi pendukung The Boys Are Back. Tim yang diisi mayoritas pemain muda ini mampu memadukan semangat darah muda dengan pengalaman hebat pemain senior seperti Bambang Pamungkas dan Tallaohu Abdul Mushafry. Nama pemain muda yang cukup mencuat kala itu adalah Rizky Pellu, David Laly, Ghozali Siregar, dan Wawan Febrianto. Selain itu, nama-nama pemain lawas namun agak hilang seperti Diaz Angga Putra, Wildansyah, Kim Kurniawan, dan Yongki Ariwibowo masih PBR andalkan.

Musim berjalan begitu baik bagi para pendukung PBR. Kim Kurniawan menjadi pengatur permainan, Rizky Pellu si pemutus serangan lawan, David Laly dan Wawan sebagai pelari di sisi lapangan, dan Bepe yang masih memiliki naluri gol. Benar saja, Pelita Bandung Raya berhasil masuk ke final four ISL 2014 bersama Arema Cronus, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura.

Di partai semi final, Persipura Jayapura harus menjadi lawan bagi PBR. Calon kuat juara dari Papua ini berhasil mengalahkan PBR dengan skor 2-0 lewat dua gol sang kapten Boaz Solossa. Langkah hebat PBR harus terhenti di sini dan Bambang Pamungkas mengakhiri musim sebagai top skor klub di ISL dengan 10 gol.

Menepi Lalu Menghilang

Kisah heroic Dejan Antonic dan pasukannya tidak berlanjut di ISL musim 2015. Mulanya, pada April 2015 CEO PBR Marco Gracia Paulo mengundurkan diri. Kabar tak sedap itu ternyata cukup mengganggu PBR karena stabilitas finansial mereka terguncang. Akhirnya, PBR berpindah home base ke Bekasi.

Semakin derasnya kabar burung tentang manajemen PBR membuat mereka memutuskan untuk merger dengan Persipasi Bekasi. Keputusan tersebut juga diambil demi menyelatmatkan PBR. Nama mereka berubah menjadi Persipasi Bandung Raya.

Terdengar aneh, namun begitulah kenyataannya. Persipasi mewakili kota Bekasi, sedangkan nama kota Bandung masih tercantum jelas. Setengah bagian klub ini adalah warga Bekasi dan setengahnya lagi adalah warga Bandung. Derby Bandung tidak dapat disaksikan lagi, namun masih dapat tersaji Derby Pasundan. Sayangnya, warga Bandung yang juga memiliki Persib Bandung akhirnya membuat nama Bandung Raya menghilang. Puncaknya pada 2016, pemilik saham mayoritas PBR Ari Sutedi menjual klubnya ke Achsanul Qosassi yang membuat nama PBR benar-benar hilang. Klub ini juga berpindah markas ke Stadion Bangkalan, Madura.

Kisah yang sangat singkat dari klub Pelita Bandung Raya ini cukup disayangkan. Padahal baru naik-naiknya, namun permasalahan internal membuat klub terpuruk bahkan hilang. Hal ini juga yang menjadi sorotan berbagai pihak terkait keseriusan manajemen klub. Apakah mereka hanya mementingka bisnis, atau ingin melihat kejayaan klub, atau ingin mendayung kedua pulau tersebut. Yang pasti, tunggakan gaji dan ketidakseriusan manajemen klub ini akan menghambat kemajuan persepakbolaan tanah air. Pelita Bandung Raya menjadi salah satu korban keganasan masalah tersebut dan kini hanya menyisakan arwan dalam tubuh Madura United.

Leave a Comment