PERSIB : LAUTAN API YANG KIAN MENGGELORA

IndoBolaForumPersib Bandung atau Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah klub tersukses di Bandung dan termasuk salah satu klub paling sukses di persepakbolaan Indonesia. Tim ini berdiri pada 14 Mare 1933. Sepuluh tahun sebelumnya, sudah terdapat klub sepak bola Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Klub ini juga merupakan bentuk perjuangan kaum nasionalis pada masanya. BIVB bersama klub sepakbola lain seperti PPSM Magelang, PSM Madiun, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, dan VIJ Jakarta menjadi pemrakarsa berdirinya PSSI pada 19 April 1930 di Yogyakarta. BIVB sempat menghilang dan muncul Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Kedua klub baru ini sepakat bergabung dan memilih nama Persib untuk gabungan kedua tim ini.

Perjalanan Awal Persib Bandung

Pada era perserikatan 1933, Persib berhasil masuk final namun kalah dari VIJ Jakarta. Tahun berikutnya mereka mengulangi kesalahan yang sama dengan kalah dari VIJ Jakarta di final. Dua tahun kemudian mereka kalah dari Persis Solo di final. Barulah pada tahun 1937 mereka berhasil meraih gelar perserikatan pertamanya setelah mengalahkan Persis Solo di Stadion Sriwedari, Solo. Persib kembali berada di podium perserikatan pada 1939 mereka menempati peringkat ketiga.

Memasuki tahun 1940-an, Kompetisi Perserikatan tergganggu oleh situasi politik dalam negeri. Situasi ini ternyata mempengaruhi performa Persib Bandung. Pada kompetisi tahun 1941, 1942, dan 1943 Persib gagal menunjukkan permainan terbaiknya dan hanya menjadi penggembira saja. Setelah Jepang berhasil menduduki Indonesia, mereka mendirikan organisasi untuk menaungi olahraga. Di masa-masa proklamasi, Persib masih terpisah di beberapa kota karena paksaan situasi. Hingga akhirnya pada 1948, Persib kembali berdiri di Bandung. Perserikatan kembali digelar dan saat NICA masuk organisasi sepak bola Belanda coba dihidupkan lagi namun usaha mereka gagal.

Persib Bandung mengalami kekecewaan besar pada era 1950-an. Beberapa kali mereka kalah dari lawan di laga final. Mereka kalah dari PSMdi tahun 1957 dan meraih peringkat ketiga pada 1952. Namun, mereka nampaknya juga mendapat kabar Bahagia ketika pada dekade ini Persib berhasil memenangkan perjuangan mereka selama ini. Persib Bandung berhasil memastikan hanya ada satu klub di Bandung. Pada decade 1960-an, mereka berhasil menjuarai Perserikatan 1961, namun sayangnya setelah itu mereka malah melorot dan gagal juara lagi dan prestasi terbesarnya adalah menjadi runner up di tahun 1966.

Ternyata 1970-an menjadi dekade paling suram bagi Persib. Kali ini mereka gagal meraih gelar juara sama sekali. Prestasi tertinggi mereka hanya menjadi runner up, peringkat ketiga, dan peringkat keempat. Di tahun 1980-an mereka yang bermain di laga final Perserikatan 1985 melawan PSMS kalah dengan cara menyakitkan. Kala itu, laga digelar di SUGBK atau dulu masih bernama Stadion Senayan. Lag aitu disaksikan langsung oleh sekitar 150.000 orang dan menjadi rekor tersendiri hingga kini. Mereka kalah adu penalti setelah bermain seri 2-2 di waktu normal. Di tahun 1986 mereka berhasil meraih gelar Piala Presiden berkat gol tunggal Djajang Nurjaman. Di tahun 1987, Maung Bandung kedatangan tamu PSV Eindhoven yang memainkan laga persahabatan. PSV yang di musim tersebut menjuarai Liga Champions berhasil mengalahkan Persib 6-0.

Kisah Persib Bandung di Awal Kompetisi Baru

source: BolaSkor.com

Masuk pada era 90-an, Persib berhasil juara di kompetisi Perserikatan edisi terakhir. Mulai tahun 1994/1995, Perserikatan dilebur menjadi Liga Indonesia. Di tahun itu pula Piala Presiden berhasil dimenangkan setelah mengalahkan PSM yang memang sering mengalahkan Persib di beberapa laga penting. Di Liga Indonesia musim 1998/1999, Persib mengawali musim dengan masalah internal. Manajemen yang tidak jelas membuat beberapa pemain memilih meninggalkan klub kota Bandung ini.

Klub Pangeran Biru bahkan hampir terdegradasi. Mereka yang tergabung di wilayah Barat hampir turun ke Divisi I. Beruntung mereka masih bisa mengalahkan Persita Tangerang di laga-laga sisa, meskipun di laga terakhir harus takluk dari Persija di Stadion Siliwangi, Bandung.

Di musim 2003 mereka kembali merasakan pahitnya zona bawah. Lagi-lagi Persib masih beruntung dan berhasil menghindari pahitnya bermain di Divisi I berkat kemenangan atas Persela dan PSIM serta hasil seri melawan Perseden Denpasar.

Persib terus memperbaiki diri dan mencoba menyusun tim yang kuat di tiap musimnya. Namun usaha Pangeran Biru masih belum membuahkan hasil. Barulah di musim 2007 mereka mulai muncul di permukaan. Di musim itu mereka finish di posisi 5 besar.

Revolusi Kompetisi

Mulai musim 2008, klub tak boleh menerima bantuan dana dari pemerintah daerah sehingga berdirilah PT Persib Bandung Bermartabat. Di musim pertama ini mereka berhasil finish posisi 3. Coach Jaya Hartono bersama sang kapten Eka Ramdani berhasil mengangkat nama Persib. Namun sayangnya musim selanjutnya Eka Ramdani pindah ke Persisam. Bobotoh yang kecewa sedikit terobati dengan kedatangan Budi Sudarsono dan dua pemain timnas Thailand yang dipinjam Maung Bandung.

Puncak kesuksesan Persib Bandung terjadi pada musim 2014. Mereka berhasil menjuarai Liga Super Indonesia 2014. Tim yang diperkuat tiga legiun asing hebat yaitu Makan Konate, Djibril Coulibaly, dan Vladimir Vujovic ini berhasil mencapai final ISL setelah mengalahkan Arema. Mereka berhasil mengalahkan Persipura di final yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Penyerang utama mereka, Ferdinand Sinaga dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi.

Musim-musim selanjutnya Persib selalu dijadikan favorit juara. Terlebih klub kaya ini berhasil mendatangkan Michael Essien yang pernah jadi pilar utama Real Madrid serta Chelsea. Beberapa oemain yang pernah bermain untuk klub ini juga kembali didatangkan seperti Matsunaga Shohei, Eka Ramdani, dan Airlangga Sutjipto. Namun, sayangnya meskipun berada di peringkat teratas Perib masih gagal untuk kembali meraih kejayaan tertinggi mereka.

Markas Berpindah-pindah dan Supporter Garis Keras

source: iNews.id

Persib pernah menggunakan lapangan di Kota Bandung seperti di Ciroyom dan Tegallega. Mereka juga pernah menggunakan Stadion Sidolig dan Stadion Siliwangi. Terakhir Persib Bandung menggunakan Stadion si Jalak Harupat di Soreang sebelum pindah ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang di tahun 2019 mengalami kerusakan dan mengharuskan Persib kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat.

Persib Bandung selalu bermain dengan dukungan penuh dari pendukungnya. Bobotoh atau ada yang menamakan bagian mereka sebagai Viking Fans Club merupakan pendukung tim Maung Bandung. Bobotoh tak hanya berasal dari Bandung dan Jawa Barat saja. Kelompok ini mendeklarasikan diri pada Juli 1993. Pendukung ini terkenal dengan solidaritas dan kecintaan mereka pada klub kesayangan. Meskipun beberapa kali terlibat dalam tragedy yang kurang mengenakkan, Bobotoh tetap dipandang sebagai pendukung yang setia.

Leave a Comment