PSM : DINAMIKA SEPAKBOLA DI UJUNG PANDANG

IndoBolaForumDari ujung selatan Pulau Sulawesi di sebuah Kota yang tak kalah istimewa dari Jogja. Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Kota yang pernah berubah nama menjadi Ujung Pandang pada 1971 ini memiliki penduduk sekitar 1,5 jiwa berdasarkan statistik BPS 2018.  Bagi orang luar negeri, yang pertama dikenal tentang Sulawesi Selatan terutama Kota Makassar hampir pasti Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang seringkali menjadi tempat transit ataupun masuknya wisatawan asing lewat jalur udara. Bagi WNI, Pantai Losari mungkin menjadi pantai yang diidam-idamkan untuk didatangi ketika musim libur tiba. Namun, bagi penggemar sepak bola Indonesia tentu tak asing dan tak jarang mendengar seruan “Ewako PSM!!”.

Ya, di ujung selatan Pulau Sulawesi ini terdapat sebuah klub sepak bola yang sudah malang melintang di persepakbolaan tanah air. PSM Makassar menjadi klub sepakbola yang sudah berdiri sejak jaman Hindia Belanda dengan nama Makassar Voetbal Bond (MVB), tepatnya tahun 1915 yang kemudian menjadi pemrakarsa lahirnya Persatuan Sepakbola Makassar atau sering disebut PSM Makassar. PSM merupakan tim sepak bola tertua yang tercatat di Indonesia. Hilangnya pemain Belanda yang ditangkap dan Romusa yang menimpa pemain pribumi membuat MVB lumpuh hingga akhirnya di jama penjajahan Jepan muncul nama PSM yang disetujui oleh Jepang.

Para Legenda PSM

source: Wikipedia

Bagi pendukung PSM dan penikmat sepak bola yang sudah berusia senja 😀 pasti tak asing dengan nama Andi Ramang. Salah satu legenda sepak bola PSM yang sudah pergi pada 1987. Penyerang yang mampu membawa PSM juara di era perserikatan ini menjadi tokoh utama PSM pada tahun 1950-an. Pemain yang pernah menjadi kenek truk dan penarik becak ini pernah menarik perhatian negara di Asia karena berhasil mencetak 19 dari 25 gol Indonesia kala bertandang ke Filipina, Hongkong, muangthai, dan Malaysia di tahun 1954.

Namun PSM bukan hanya seorang Ramang saja. Banyak nama besar lain yang mencuat kala bermain untuk PSM. Jika diminta memilih, saya akan menyebut skuat PSM di tahun 2000 yang berhasil menjuarai Liga Indonesia dengan hanya menelan 2 kekalahan dari 31 laga. Mulai dari kiper Hendro Kartiko, penyerang Kurniawan Dwi Yulianto, Carlos de Mello, Aji Santoso, hingga kapten timnas Bima Sakti pernah berjuang bersama meraih gelar Liga Indonesia di tahun tersebut. Di tahun itu juga PSM berhasil menjadikan kota Makassar sebagai tuan rumah perempat final Liga Champions Asia. PSM dikenal sebagai klub Indonesia yang cukup stabil karena hampir di tiap tahun menjadi pesaing utama meraih gelar liga. Namun, mereka baru sekali saja mencicipi gelar tersebut dan lebih sering berada di posisi kedua di akhir musim. Tercatat pada tahun 1996, 2001, 2003, 2004, dan terakhir di musim 2018 mereka menjadi runner up kompetisi tertinggi di sepak bola Indonesia.

Beralih Kompetisi

PSM Makassar atau yang sering dijuluki Ayam Jantan dari Timur memiliki pendukung yang terkenal, yaitu The Macz Man. Klub dengan pendukung yang sangat banyak ini memiliki salah satu sejarah yang akan dikenang hingga kapanpun, yaitu kejadian pengunduran diri PSM dari Liga Indonesia pada tahun 2010. Saat itu PSM beralih ke Liga Primer Indonesia karena terjadinya dualisme di dalam kubu PSSI hingga terjadi dualisme kompetisi di sepak bola tertinggi Indonesia. Pada 2014, PSM kembali ke Liga Indonesia yang memiliki nama QNB League kala itu. Kini pendukung Laskar Ayam Jantan pasti sudah rindu menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga secara langsung.

Sejak dihentikannya aktivitas persepakbolaan karena pandemic covid-19, para pemain hampir pasti merindukan berlaga di depan belasan ribu Laskar Samber Nyawa begitu pula sebaliknya. PSM Makassar memiliki home base di Stadion Andi Mattalatta milik pemerintah kota Makassar. Stadion ini memang tak semegah Gelora Bung Karno ataupun Gelora Bandung Lautan Api di Pulau Jawa. Namun tentu bagi pendukung PSM dan warga Makassar, stadion tersebut merupakan stadion kebanggan bersama. Walau hanya berkapasitas 15.000-20.000 orang saja, namun stadion ini tak pernah sepi ketika tim Ayam Jantan dari Timur ini bermain di kandang. Stadion ini memang terlihat biasa saja, namun sebelum GBK dibangun stadion ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Lebih spesial lagi pada tahun 2001 stadion ini pernah berkesempatan menggelar laga Piala Champions Asia. Namun, tak hanya kenangan indah saja yang mewarnai kisah stadion legendaris ini. Pada tahun 2014, stadion ini gagal lolos verifikasi LSI 2014 sehingga Tim Laskar Ayam Jantan harus memindah kandang mereka di Gelora Bung Tomo Surabaya. Pada tahun tersebut, pemkot setempat langsung melakukan renovasi dan di tahun 2015 Stadion Andi Mattalatta kembali menggelar laga LSI sebagai markas dari PSM.

Selalu Mendapat Dukungan Finansial

Sebagai klub besar di Indonesia yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Makassar, PSM tentu akrab dengan sponsor dari Semen Bosowa. Selain itu, klub ini juga sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan besar seperti Astra Honda, Umbro, Kuku bima Ener-G, hingga Go-Jek. Soal kit apparel, hampir seluruh apparel pernah bekerja sama dengan PSM. Sebut saja Adidas, Reebok, Diadora, Specs, Nike, hingga kini bersama Umbro. Klub kebanggaan The Macz Man ini mengadopsi logo daerah menjadi identitas klub. Sehingga, warna kostum dari tim ini adalah merah untuk laga kandang. Sedangkan pada laga tandang berbeda-beda di tiap musim, namun lebih sering menonjolkan atau menggunakan warna putih.

Tim yang hampir selalu finish di posisi 5 besar kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia ini kini berada di peringkat 87 ranking klub AFC, tepat di bawah Bali United. PSM kini berada di tangan pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak. Sebelumnya, PSM pernah ditangani pelatih-pelatih hebat seperti Alfred Riedl (alm.), Miroslav Janu, legenda PSM Carlos de Mello, Hans Peter Schaller hingga dua kali dilatih Robert Rene Alberts. Kini mereka memiliki kapten yang bermain hebat dan konsisten, yaitu Wiljan Pluim. Klub ini juga masih diperkuat punggawa tim nasional seperti Asnawi, Bayu Gatra, Rizky Pellu, Ezra Walian, Zulkifli Syukur, dan juga Ferdinand Sinaga yang sedang dipinjamkan ke PSMS Medan.

Patut dinantikan kiprah Laskar Samber Nyawa di lanjutan Liga 1 Indonesia tahun 2021 besok. Tentunya klub ini masih sangat diperhitungkan untuk meraih gelar Liga 1. Jadi, menurut kalian apa yang paling menarik dari tim ini ?

Leave a Comment