Sejak Muda Sudah Dipuji, Egy Tetap Membumi

IndoBolaForumSudah dikenal masyarakat Indonesia sejak usia belia. Tidak hanya menjadi punggawa Timnas Indonesia. Menjadi juru gedor utama tak boleh dipandang sebelah mata. Melewati hadangan para lawan dengan gocekan kelok sembilannya. Kini Egy Vikri masih berjuang di Polandia. Mencoba meniti karir dan cita-citanya.

Cemerlang Sejak Belia

Nama Egy Vikri dikenal masyarakat Indonesia memang baru sekitar tahun 2017. Kala itu Egy memperkuat Timnas U-18 di AFF 2017. Sebelumnya, nama Egy sudah cukup mencuat ketika berhasil meraih gelar individu Breakthrough Player of The 2017 Toulon Tournament. Namun, sebenarnya Egy sudah menjadi pemain yang dipantau sejak usia belia. Bersama SSB Tasbi North Sumatra, Egy menjuarai Grasroots Indonesian U-12 Tournament 2012 dan keluar sebagai pencetak gol terbanyak.

Egy Vikri muda sudah haus dengan kompetisi hingga ia merantau dari Medan ke Jawa dan berlatih di Diklat Ragunan. Bersama Persab Brebes Junior, Egy menjuarai Piala Soeratin 2016. Egy juga keluar sebagai top skor di kompetisi junior tersebut. Setelah itu, Egy bermain untuk ASIOP di Gothia Cup 2016. Kali ini tiga titel ia raih. ASIOP keluar sebagai juara dan Egy menjadi pemain terbaik sekaligus top skor di kompetisi itu. Di tahun berikutnya ia berlaga di Toulon Tournament.

Petualangan pertama di ASEAN

Egy Vikri menjadi salah satu pilar utama Timnas Indonesia U-18 pada gelaran AFF 2017. Indonesia yang mengikuti kompetisi antar negara Asia Tenggara bertandang ke Myanmar. Tergabung di grup B bersama tuan rumah, Indonesia hampir tidak lolos ke semifinal. Grup B berakhir dengan tiga tim mengoleksi 9 poin dari 4 laga. Indonesia memiliki selisih gol 15, sedangkan Myanmar dan Vietnam hanya 14 saja. Indonesia lolos sebagai juara grup dan Myanmar menemani Indonesia karena unggul head to head dari Vietnam.

Egy menjadi idola sejak laga pertama. Bertemu tuan rumah Myanmar, Egy dimainkan sebagai winger kanan. Dua gol Egy di 20 menit terakhir laga sukses membalikkan keunggulan Myanmar di babak pertama. Egy Kembali mencetak dua gol di laga kedua. Kali ini Indonesia menghancurkan Filipina dengan skor 0-9. Di laga ketiga Indonesia dikalahkan Vietnam 0-3. Namun, di laga keempat Egy Kembali menyumbang dua gol untuk memenangkan Indonesia atas Brunei dengan skor 0-8.

Di fase semifinal, Egy tak mampu berbuat banyak. Kartu merah Saddil di akhir babak pertama semakin mempersulit Indonesia. Berhasil menahan Thailand hingga waktu normal usai, Indonesia akhirnya kalah lewat adu penalti. Di perebutan tempat ketiga, Egy Kembali mencetak dua gol. Myanmar Kembali menjadi korban keganasan Egy dan kawan-kawan. Egy Kembali meraih gelar individu. Torehan 8 golnya menjadikan Egy sebagai top skor kompetisi.

Egy Vikri Semakin Melejit

Egy Maulana Vikri menjadi idola baru publik Indonesia. Setelah dimanjakan permainan indah Evan Dimas dkk., kini muncul nama baru seperti Egy Vikri, Rafli Mursalim, Hanis Saghara, hingga Saddil Ramdhani. Egy digadang-gadang akan menjadi pemain sukses seperti Boaz dan penyerang Indonesia yang sudah terlebih dahulu melegenda.

Pasca turnamen AFF 2017, Egy menjadi target beberapa klub besar Indonesia. Namun tak sedikit pihak yang menyarankan Egy untuk meniti karirnya di Eropa saja. Pada Maret 2018, Egy Vikri dikontrak oleh Lechia Gdansk pada Maret 2018. Kepindahan Egy ke Polandia disambut baik oleh banyak pihak.

Pihak Lechia tak ingin memberi beban berat untuk Egy. Mereka sadar bahwa Indonesia dan Polandia merupakan negara dengan iklim yang berbeda. Adaptasi perlu waktu yang tak instan dan pihak klub akan mengakomodasi hal tersebut.

Tantangan Untuk Egy Vikri

Egy Vikri melewati hadangan lawan
source: Goal.com

Menapakkan karir di klub Eropa bukanlah puncak karir Egy. Ia sadar bahwa ini adalah awal dari perjalanan karirnya yang hebat. Egy Vikri masih sering bermain untuk tim kedua. Di tim utama ia hanya main sesekali dan belum dimainkan sebagai starter. Egy masih harus bersaing dengan para pemain senior lain untuk mendapat kesempatan di tim utama.

Bersama sang pelatih, Piotr Stokowiec, Egy memang belum menjadi pilihan utama di sisi sayap. Namun kesempatan untuk Egy Vikri cukup terbuka. Stokowiec merupakan pelatih yang cukup sering membongkar pasang skuadnya. Ia termasuk pelatih yang cukup reaktif terhadap strategi lawan. Akan tetapi Egy tetap harus berjuang demi meraih menit bermain regular.

Kontrak yang Hampir Habis

Mulai muncul kabar-kabar dan isu hangat terkait kontrak Egy Vikri. Egy yang dikontrak sejak Maret 2018 memang baru terhitung sebagai pemain Lechia pada Juli 2018, beberapa hari setelah ulang tahunnya. Artinya Egy masih terikat kontrak hingga akhir Juni.

Agen Egy, Dusan Bogdanovic, menjelaskan bahwa belum ada pembicaraan terkait kontrak Egy. Meskipun akan segera habis akhir Juni, Egy kemungkinan besar masih akan bertahan di Lechia. Klausul kontrak Egy menyertakan 3+2 tahun, yang artinya Lechia bisa saja mengaktifkan klausul tersebut. Terlebih Egy yang masih bercita-cita untuk tampil di pentas antarklub Eropa pasti dengan senang hati meraih impiannya.

 

Dengan segala kemampuan dan bakat yang ada pada Egy. Ditambah kemauan besar Egy untuk tampil di Liga Champions, mengindikasikan bahwa petualangan hebat Egy barulah dimulai. Beberapa minggu lalu, dalam laga uji coba Egy dimainkan sebagai gelandang tengah dan tampil cukup apik.

Leave a Comment